Balinese Ceremony

Renungan Nyepi: “Menyepikan” Hawa Nafsu

Nyepi merupakan pergantian tahun Caka atau bisa dikatakan Nyepi merupakan tahun barunya buat umat beragama Hindu. Ada beberapa rangkaian hari raya Nyepi:

  • Melasti disebut juga melis atau mekiyis bertujuan untuk melebur segala macam kekotoran pikiran, perkataan dan perbuatan, serta memperoleh air suci untuk kehidupan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laut, danau, dan pada sumber/ mata air yang disucikan. Bagi pura yang memiliki pratima atau pralingga seyogyanya mengusungnya ke tempat patirtan tersebut di atas. Pelaksanaan ini dapat dilakukan beberapa hari sebelum tawur.
  • Tawur Agung Kesanga/Pengrupukan. Sehari sebelum Nyepi umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat. Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai Ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar. Tapi sayang untuk tahun ini pawai ogoh-ogoh di beberapa daerah di Bali termasuk di daerah saya dilarang diadakan karena berdekatan dengan pemilu (ga nyambung banget kan??)
  • Nyepi. Dalam perayaan Nyepi umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian yakni:

    1. Amati Geni : tidak menggunakan dan atau menghidupkan api
    2. Amati Karya : tidak bekerja/tidak beraktivitas
    3. Amati Lelungan : tidak berpergian
    4. Amati Lelanguan : tidak menikmati hiburan
  • Ngembak Geni. Pada hari ini umat Hindu patut mengadakan Dharma Shanti guna saling maaf memaafkan sesama umat. Dharma Santi dapat dilakukan berupa kunjung mengunjungi dalam keluarga dalam usaha menyampaikan ucapan selamat tahun baru dan terbinanya kerukunan dan perdamaian.

Seperti yang saya baca di Balipost tadi pagi, menurut pendapat pengamat agama dan pengurus Parisada Pusat Bapak Ketu Wiana mengatakan Nyepi dalam konteks perayaan hari raya Nyepi, bermaksud “menyepikan” gejolak indria. Nafsu indria harus patuh pada kendali kesadaran budi. Dengan demikian hidup mampu menjalankan kesucian atman dan selalu pada jalan dharma. Hidup harus sepi dari kebodohan, sepi dari kebohongan, sepi dari egoisme, sepi dari permusuhan, sepi dari kekerasan, sepi dari KORUPSI, dan sejenisnya. Jika itu bisa disepikan, maka hidup aman dan sejahtera akan muncul.

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1931 dan Selamat Melaksanakan Catur Brata Penyepian buat yang merayakan.

4 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.

Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*Required Fields